Berita  

CFN Banjar Libatkan 130 UMKM, Perayaan HUT TNI Jadi Panggung Ekonomi Kreatif

Banjar, JurnalMediaNetwork — Car Free Night (CFN) di Kota Banjar tak hanya menjadi panggung hiburan dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu malam, 17 Oktober 2026, itu juga menjadi ruang promosi bagi sekitar 120 hingga 130 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ribuan warga memadati lokasi kegiatan untuk menikmati pertunjukan seni, pameran, dan beragam produk lokal. Para pelaku usaha menawarkan aneka kuliner, kerajinan tangan, kriya, serta produk industri kreatif lainnya.

Ketua Panitia CFN, Eris Kristina, mengatakan penyelenggara melibatkan pelaku UMKM bersama komunitas dan pekerja industri kreatif. Kolaborasi itu, menurut dia, menjadi bagian dari upaya menjadikan ruang publik sebagai tempat bagi masyarakat untuk berkreasi sekaligus memasarkan produk.

“Selain UMKM, di sini juga ada ruang untuk kriya, handicraft dan berbagai komunitas serta industri kreatif lainnya. Semua kita kolaborasikan,” kata Eris.

Peringatan HUT TNI menjadi salah satu daya tarik acara. Panitia menghadirkan dekorasi bertema militer, kendaraan taktis Maung, dan pameran alat utama sistem persenjataan (alutsista). Pertunjukan band, tari modern, seni tradisional, hingga rampak gendang turut mengisi rangkaian kegiatan.

Baca Juga :  Miris! Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Pelajar di Banjar Berakhir Damai

Kolaborasi juga melibatkan personel TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja, dan seniman. Panitia menyuguhkan pertunjukan monolog yang mengangkat suasana perjuangan tentara pada masa Jenderal Sudirman.

Wakil Wali Kota Banjar, H. Supriana, mengatakan penyelenggaraan CFN pada malam Minggu merupakan bentuk apresiasi kepada prajurit TNI sekaligus upaya menyediakan hiburan bagi masyarakat.

“Ini merupakan rangkaian ulang tahun TNI ke-81. Car Free Night sengaja diselenggarakan malam Minggu sebagai bentuk apresiasi terhadap para anggota TNI,” ujarnya.

Supriana juga menilai kegiatan tersebut dapat menjadi sarana promosi bagi UMKM dan ruang ekspresi bagi generasi muda. Melalui kegiatan itu, pelaku usaha dan komunitas seni di Kota Banjar diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.

“Ini juga menjadi ajang kolaborasi seluruh UMKM yang ada di Kota Banjar. Kemudian menjadi ruang bagi teman-teman muda untuk menampilkan seni budaya sebagai hiburan bagi masyarakat,” katanya.

Eris mengatakan CFN Banjar telah memasuki penyelenggaraan ketujuh dalam kurun waktu sekitar satu setengah tahun. Kegiatan tersebut berjalan dengan mengandalkan gotong royong panitia, pelaku UMKM, komunitas, dan dukungan sponsor lokal, tanpa menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), menurut dia.

Baca Juga :  Pengunjung Membludak, Polisi Siaga di Sepanjang Pantai Pangandaran

Peserta yang terlibat pun tak hanya berasal dari Kota Banjar. Sejumlah pelaku usaha dari Tasikmalaya, Ciamis, hingga Majenang turut meramaikan kegiatan itu. Kehadiran peserta lintas daerah membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk kepada konsumen baru dan membangun jaringan bisnis.

Partisipasi tersebut juga memperlihatkan potensi CFN sebagai ruang promosi ekonomi kreatif di kawasan Priangan Timur dan wilayah sekitarnya. Namun, besarnya jumlah peserta dan pengunjung belum dengan sendirinya menunjukkan keberhasilan kegiatan dalam meningkatkan pendapatan pelaku usaha.

Dampak ekonomi CFN masih perlu dilihat dari sejumlah indikator, seperti nilai transaksi selama acara, pertambahan pelanggan, perluasan jangkauan pemasaran, serta keberlanjutan pesanan setelah kegiatan berakhir.

Tanpa data mengenai transaksi dan perkembangan usaha peserta, manfaat ekonomi kegiatan tersebut belum dapat diukur secara menyeluruh.

CFN Banjar kini mempertemukan sejumlah kepentingan dalam satu ruang publik: perayaan HUT TNI, hiburan warga, pertunjukan seni, dan promosi produk lokal. Tantangan berikutnya adalah memastikan kegiatan itu tidak berhenti sebagai agenda keramaian, tetapi juga memberi manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi para pelaku UMKM. (Ucup)