Berita  

Hari Santri Nasional 2026, Kota Banjar Tekankan Pentingnya SDM Pesantren Berkualitas

Banjar, JurnalMediaNetwork – Sekitar 3.000 santri mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kota Banjar, Rabu, 21 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat itu dihadiri Wali Kota Banjar H. Sudarsono, Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, serta sejumlah pejabat organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Banjar.

Peringatan tahun ini tidak hanya menjadi ajang seremonial bagi kalangan pesantren. Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk mendorong santri agar mampu bersaing dan berkontribusi dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan dan keagamaan hingga pemerintahan, hukum, serta keamanan.

Ketua Hari Santri Nasional Kota Banjar, Muhammad Faathun Niam, mengatakan upacara berlangsung lancar dengan partisipasi sekitar 3.000 santri. Ia mengapresiasi kehadiran Wali Kota Banjar yang turut membuka rangkaian kegiatan peringatan tersebut.

“Alhamdulillah, kegiatan upacara hari ini telah terlaksana dengan baik dan khidmat. Bapak Wali Kota Banjar juga bisa hadir dan membuka kegiatan,” kata Faathun Niam.

Menurut dia, Hari Santri semestinya menjadi pengingat atas kontribusi kalangan pesantren dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai-nilai yang selama ini ditanamkan di pesantren, seperti kedisiplinan, kejujuran, akhlak, semangat belajar, dan kepedulian sosial, perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Lagi dan Lagi! Pasir Reregan Selasari Pangandaran Kembali Dilalap Api

Faathun menilai nilai-nilai tersebut tidak hanya penting bagi santri, tetapi juga relevan bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk aparatur negara dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Ia berharap santri di Kota Banjar terus meningkatkan kualitas diri melalui penguasaan ilmu pengetahuan, pengembangan keterampilan, serta perluasan wawasan. Bekal tersebut dinilai penting agar lulusan pesantren mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan akhlak.

Faathun juga menekankan bahwa pilihan karier santri tidak semestinya terbatas pada bidang pendidikan, dakwah, atau pekerjaan yang berkaitan langsung dengan urusan keagamaan.

Menurut dia, santri memiliki kesempatan yang sama untuk meniti karier di berbagai profesi, termasuk menjadi anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI), maupun bekerja di lingkungan kejaksaan dan sektor lainnya.

Baca Juga :  Larangan Merokok di Pantai Pangandaran Viral, Warganet Soroti Ancaman Denda Rp50 Juta

“Harapan kami, santri-santri ke depan bisa lebih berkembang dan berjaya. Mereka harus bisa meraih apa yang dicita-citakan, termasuk menjadi anggota Polri, TNI, bekerja di kejaksaan, dan berbagai bidang lainnya,” ujarnya.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia dari kalangan pesantren, kata Faathun, menjadi salah satu modal untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas. Karena itu, santri didorong untuk berani bersaing, berinovasi, dan mengambil bagian dalam pembangunan.

Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kota Banjar dijadwalkan berlanjut pada malam hari melalui kegiatan Sholawat Akbar di kawasan Alun-alun Langensari.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang silaturahmi bagi santri dan masyarakat sekaligus memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW serta nilai-nilai keagamaan.

Melalui peringatan ini, santri diharapkan tidak hanya menjadi penjaga tradisi keislaman, tetapi juga tumbuh sebagai generasi berilmu, berakhlak, dan berdaya saing yang mampu mengambil peran dalam berbagai bidang pembangunan. (Ucup)