Berita  

Mobil Damkar Kerap Mogok, Petugas  Sindir Janji Pengadaan yang Tak Kunjung Terwujud

Oplus_131072

Banjar, JurnalMediaNetwork – Persoalan armada pemadam kebakaran (Damkar) di Kota Banjar kembali menjadi sorotan. Di tengah tuntutan pelayanan cepat saat terjadi kebakaran, sejumlah kendaraan Damkar disebut masih kerap mengalami kendala teknis ketika diterjunkan ke lapangan.

Kondisi tersebut membuat petugas berada dalam posisi serba sulit. Mereka dituntut memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, namun harus bekerja dengan dukungan armada yang dinilai belum memadai.

Salah seorang petugas Damkar Kota Banjar, Diki, mengatakan kebutuhan penambahan armada sudah sangat mendesak. Menurutnya, persoalan tersebut bukan hal baru karena kendala teknis pada kendaraan hampir selalu muncul saat petugas merespons laporan kebakaran.

“Memang sudah sangat mendesak. Sudah diketahui semua kalangan, hampir setiap kali melakukan respons terhadap bencana kebakaran ada saja armada Damkar yang mengalami kendala teknis,” kata Diki.

Bagi petugas, persoalan tersebut bukan sekadar kendaraan yang mengalami kerusakan. Gangguan teknis dapat berpengaruh terhadap kecepatan petugas dalam memberikan pertolongan ketika masyarakat membutuhkan layanan darurat.

Diki mengaku kondisi itu bahkan menimbulkan rasa waswas setiap kali menerima laporan kebakaran. Ia khawatir tidak dapat menjalankan tugas secara maksimal ketika armada yang digunakan kembali mengalami kendala.

“Dalam hati kami selalu merasa waswas di saat menerima laporan, takutnya kami tidak bisa melakukan amanah kami selaku pelayan masyarakat secara minimal,” ujarnya.

Pengadaan Berulang, Realisasi Dipertanyakan

Baca Juga :  Sejarah Baru Lebaran 2026, Dishub Pangandaran Operasikan 12 Armada Shuttle untuk Wisatawan

Di tengah kondisi tersebut, pembahasan mengenai rencana pengadaan armada Damkar kembali mencuat. Menurut Diki, pengadaan kendaraan telah diajukan BPBD dan mendapat dukungan dari DPRD Kota Banjar.

Namun, bagi petugas Damkar, pembahasan tersebut bukan sesuatu yang baru. Rencana pengadaan armada dinilai terus muncul dari tahun ke tahun, sementara realisasinya belum kunjung sesuai harapan.

“Hal ini selalu menjadi drama tiap tahun, tapi akhirnya semua hanya angan-angan yang tak pernah terealisasi,” katanya.

Diki bahkan mempertanyakan sejauh mana rekomendasi DPRD kepada pihak eksekutif selama ini benar-benar ditindaklanjuti untuk memenuhi kebutuhan armada Damkar.

“Silakan tanya kepada anggota dewan yang terhormat, sudah berapa kali beliau-beliau memberikan surat rekomendasi ke pihak eksekutif mengenai pengadaan mobil Damkar? Tapi apa hasilnya, semua berujung pada istilah PHP bagi kami,” ujarnya.

Kekecewaan tersebut, kata Diki, tidak hanya berkaitan dengan fasilitas kerja. Petugas juga mempertanyakan sejauh mana keberadaan Damkar dianggap penting dalam sistem pelayanan pemerintah daerah.

“Jujur, di saat emosi kami sudah memuncak, kami sempat bersuudzon kepada pemerintahan, apakah kami ini dianggap ada atau tidak? Dan dibutuhkan atau tidak dalam sebuah sistem pemerintahan?” tuturnya.

Petugas Minta Bukan Sekadar Janji

Diki menegaskan, petugas Damkar tidak membutuhkan kendaraan baru untuk kepentingan pribadi maupun sekadar bergaya. Armada dibutuhkan agar mereka dapat menjalankan tugas ketika masyarakat berada dalam kondisi darurat.

Baca Juga :  Raih Gelar Doktor, Kalapas Banjar Dorong Reformasi Sistem Pemasyarakatan

“Perlu diingat bahwa kami bukan ingin bergaya dengan mobil tersebut, melainkan hanya ingin melaksanakan amanah sebagai pelayan masyarakat yang telah menggaji kami melalui pajak-pajak yang dibayarkannya,” katanya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Banjar apabila selama ini pelayanan Damkar belum mampu memenuhi harapan.

“Kami dicaci oleh masyarakat, kami akan selalu menerima. Kami dimarahi di lapangan pun kami sabar menghadapinya. Memang masyarakat benar, saat ini kami belum bisa melakukan pelayanan yang memuaskan,” ujarnya.

Menurut Diki, petugas akan tetap menjalankan tugas dengan kondisi yang ada. Namun, pemerintah daerah dinilai perlu melihat kebutuhan armada sebagai bagian penting dari pelayanan kepada masyarakat.

Ia berharap pembahasan mengenai pengadaan kendaraan Damkar kali ini tidak kembali berhenti pada rapat, rekomendasi, ataupun rencana anggaran.

“Semoga Allah SWT bisa menyentuh hati para pejabat Kota Banjar agar bisa merealisasikan apa yang dicita-citakan mengenai armada mobil Damkar Kota Banjar,” katanya.

Bagi petugas Damkar, harapannya sederhana. Ketika laporan kebakaran masuk, mereka ingin dapat segera bergerak menggunakan armada yang layak dan siap memberikan pertolongan.

Sebab, ketika kebakaran terjadi, waktu menjadi sangat berharga. Bagi petugas Damkar, keterlambatan respons dapat berdampak pada keselamatan warga serta harta benda yang harus mereka lindungi. (Ucup)