Banjar, JurnalMediaNetwork – Sebuah pabrik tahu terbakar saat sedang melakukan aktivitas produksi. Kebakaran diduga bermula dari tungku produksi hingga api merambat ke bagian atas bangunan.
Agus, salah seorang yang berada di lokasi, mengatakan kebakaran terjadi ketika aktivitas produksi tahu sedang berlangsung. Api terlihat muncul dari bagian atas area produksi.
“Tadi apinya di atas, dekat tungku yang di atas tengah,” ujar Agus saat ditemui di lokasi.
Menurut Agus, api diduga berasal dari tungku produksi. Percikan api kemudian naik dan mengenai bagian atas yang terdapat material kayu serta minyak, sehingga api dengan cepat membesar.
“Dari tungku, ke atas. Ada percikan api naik. Di atasnya banyak minyak dan kayu, kemudian terbakar,” katanya.
Kondisi angin yang cukup kencang saat kejadian turut membuat api cepat membesar dan menyebar.
Agus menyebut, upaya pemadaman sempat dilakukan menggunakan air. Namun, kondisi angin yang kencang membuat proses pemadaman tidak mudah.
“Anginnya besar banget tadi,” ujarnya.
Pabrik tahu tersebut diketahui merupakan milik ayah Agus. Lokasinya berada di lingkungan Benter, RT 21/RW 07.
Kebakaran terjadi ketika pabrik sedang digunakan untuk memproduksi tahu. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
“Alhamdulillah, tidak ada korban,” kata Agus.
Sementara itu, kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai lebih dari Rp70 juta. Nilai tersebut masih merupakan perkiraan sementara dan dapat berubah setelah dilakukan pendataan terhadap seluruh bagian bangunan maupun peralatan produksi yang terdampak.
Kebakaran tersebut sempat membuat warga sekitar panik. Apalagi api membesar di tengah kondisi angin yang cukup kencang.
Petugas pemadam kebakaran kemudian melakukan penanganan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menjalar ke bagian lain maupun bangunan di sekitar lokasi.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut. Dugaan sementara, api berasal dari area tungku produksi dan kemudian menyambar material yang mudah terbakar di bagian atas bangunan.
Tidak adanya korban dalam kejadian tersebut menjadi hal yang disyukuri pihak keluarga. Namun, aktivitas produksi pabrik tahu untuk sementara terdampak akibat kebakaran yang mengakibatkan kerusakan pada bagian bangunan dan perlengkapan produksi. (Ucup)






