Pangandaran, JurnalMediaNework — Pantai Balekambang di Desa Kertamukti, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, ramai dikunjungi warga pada Sabtu, 26 September 2026.
Kawasan pantai yang menghadap Samudera Hindia itu menjadi lokasi pelaksanaan Pasar Leuweung.
Kegiatan tersebut digelar melalui Pelayanan Pengolahan Hasil Hutan (P2HH) bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat. Pasar Leuweung menjadi wadah bagi masyarakat untuk memasarkan berbagai produk lokal yang memanfaatkan potensi hutan dan lingkungan sekitar.
Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membuka lapak dengan menawarkan beragam produk. Di antaranya asinan, rumput laut, makanan olahan, kerajinan tangan dan berbagai produk lokal lainnya.
Pengunjung yang datang tidak hanya menikmati panorama Pantai Balekambang. Mereka juga berkeliling melihat produk yang dijajakan warga sekaligus berbelanja.
Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah 7 Ciamis, Cucu Andriyawan Noor, mengatakan Pasar Leuweung merupakan kegiatan rutin Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat. Salah satu tujuan kegiatan tersebut adalah meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama petani.
“Pasar Leuweung ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jadi, mereka menjual produk dari hutan,” kata Cucu melalui pesan WhatsApp, Ahad, 27 September 2026.
Menurut Cucu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempertemukan produsen dengan konsumen secara langsung. Dengan begitu, produk yang dihasilkan masyarakat dapat memiliki nilai ekonomi dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Ia berharap potensi hasil hutan dan produk olahan masyarakat dapat terus dikembangkan sehingga menghasilkan produk dengan nilai tambah.
Kepala Seksi Pemerintahan Desa Kertamukti, Esa Sohana, mengatakan pelaksanaan Pasar Leuweung memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Menurut dia, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi UMKM dan pedagang lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung.
“Ya dampaknya itu meningkatkan ekonomi masyarakat, UMKM, para pedagang, dan pengenalan wisata. Alhamdulillah kegiatan ini hampir dilakukan secara rutin,” ujar Esa.
Selain mendorong aktivitas perdagangan, Pasar Leuweung menjadi kesempatan bagi Pemerintah Desa Kertamukti untuk memperkenalkan Pantai Balekambang sebagai salah satu destinasi wisata di wilayah tersebut.
Esa mengatakan pengunjung yang datang untuk mengikuti Pasar Leuweung dapat menikmati panorama pantai sekaligus menyaksikan berbagai kegiatan yang digelar selama acara.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, Kepala Dinas Kelautan Pangandaran, Kepala Resort KSDA Wilayah XXI Pangandaran Kusnadi, unsur Kecamatan Cimerak, Polsek Cimerak serta masyarakat dari sejumlah wilayah di Kecamatan Cimerak.
Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya kawasan Pantai Balekambang. Pasar Leuweung tidak hanya diisi aktivitas jual beli produk lokal, tetapi juga pertunjukan seni dan budaya.
Salah satu pertunjukan yang ditampilkan adalah pencak silat. Kegiatan hiburan tersebut membuat suasana pasar semakin ramai.
“Alhamdulillah antusias masyarakat tinggi. Di dalamnya itu kan banyak kegiatan juga, bukan hanya jualan hasil hutan, akan tetapi ada juga pertunjukan pencak silat dan pertunjukan lainnya,” kata Esa.
Menurut Esa, konsep Pasar Leuweung memungkinkan kegiatan ekonomi, promosi produk lokal dan pengenalan wisata berlangsung dalam satu kegiatan. Produk masyarakat mendapat ruang pemasaran, sementara Pantai Balekambang memperoleh perhatian dari pengunjung yang datang.
Konsep tersebut juga mempertemukan potensi alam, produk UMKM dan seni budaya masyarakat setempat.
Pemerintah desa berharap kegiatan serupa dapat terus berlangsung sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat promosi potensi daerah.
“Bagi kami kegiatan semacam ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa hasil dan produk lokal bukan sekadar komoditas, tetapi juga dapat menjadi bagian dari geliat ekonomi sekaligus identitas daerah,” ujar Esa. (**)






