Banjar, JurnalMediaNetwork — Pemerintah Kota Banjar memperkuat koordinasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk menjaga toleransi dan keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman keyakinan. Upaya tersebut dibahas dalam rapat pengurus FKUB yang dihadiri Wakil Wali Kota Banjar, H. Supriana, di salah satu rumah makan di Jalan Dr. Husen Kartasasmita, Kota Banjar.
Pertemuan itu menjadi ruang komunikasi antara pemerintah daerah dan pengurus FKUB untuk memperkuat peran masing-masing dalam memelihara kerukunan antarumat beragama.
Kerukunan dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga persatuan dan stabilitas sosial. Dalam masyarakat yang beragam, komunikasi antartokoh agama dan koordinasi dengan pemerintah diperlukan untuk mencegah kesalahpahaman yang berpotensi memicu konflik.
Ketua FKUB Kota Banjar, Endang Sarip, turut terlibat dalam koordinasi pengurus untuk memperkuat fungsi forum sebagai wadah dialog lintas agama. Melalui forum tersebut, tokoh agama diharapkan dapat membangun pemahaman bersama sekaligus menumbuhkan sikap saling menghormati di tengah masyarakat.
Dialog dan musyawarah menjadi pendekatan penting dalam menyikapi persoalan yang berkaitan dengan keberagaman. Komunikasi yang terjaga juga diharapkan dapat membuka ruang penyelesaian masalah secara bijaksana sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.
Kehadiran Supriana dalam rapat tersebut menunjukkan keterlibatan pemerintah daerah dalam mendukung upaya pemeliharaan toleransi. Selain wakil wali kota, kegiatan itu dihadiri Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Pelaksana Tugas Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Banjar.
Keterlibatan sejumlah perangkat daerah tersebut mencerminkan dukungan lintas sektor dalam menjaga kehidupan sosial yang tertib dan harmonis. Pemerintah daerah dan FKUB diharapkan dapat terus membangun komunikasi dengan tokoh agama serta masyarakat untuk memperkuat hubungan antarkelompok.
Keberagaman agama dan keyakinan merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang perlu dijaga melalui sikap terbuka dan penghormatan terhadap hak setiap warga. Perbedaan tidak semestinya menjadi penghalang untuk bergotong royong, menjalin hubungan sosial, maupun berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
Melalui koordinasi berkelanjutan, Pemkot Banjar dan FKUB diharapkan mampu mempertahankan ruang dialog yang inklusif. Sinergi pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat menjadi salah satu modal untuk menjaga persatuan sekaligus menciptakan lingkungan yang damai dan toleran. (Ucup)






