Berita  

Bukan Demo, 200 Petani Banjar Bergerak ke Jakarta

Bukan Demo, 200 Petani Banjar Bergerak ke Jakarta. Foto: Ucup/JMN

Banjar, JurnalMediaNetwork – Lebih dari 200 petani yang tergabung dalam Serikat Petani Pasundan (SPP) Kota Banjar berangkat ke Jakarta untuk mengikuti peringatan Hari Tani Nasional.

Ratusan petani tersebut dilepas dari kawasan Taman Kota Banjar. Mereka selanjutnya akan bergabung dengan kelompok petani dari berbagai daerah dalam rangkaian peringatan Hari Tani Nasional di Jakarta.

Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro memastikan keberangkatan para petani bukan untuk mengikuti aksi demonstrasi.

“Kurang lebih 200 orang yang berangkat. Tujuannya dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional. Nanti akan bergabung dengan kelompok petani lainnya di Jakarta,” kata Didi.

Menurut Didi, para petani akan mengikuti rangkaian kegiatan Hari Tani Nasional, termasuk momentum pengesahan Undang-Undang Pengaturan Reforma Agraria.

Bagi para petani, peringatan Hari Tani Nasional tahun ini memiliki makna berbeda. Ketua SPP Kota Banjar Mahardika mengatakan, mereka datang ke Jakarta bukan untuk melakukan aksi, melainkan merayakan apa yang mereka sebut sebagai kemenangan perjuangan reforma agraria.

Baca Juga :  Polisi Bukan untuk Ditakuti, Satlantas Banjar Kenalkan Program Polisi Bersama Masyarakat

“Biasanya kami melakukan aksi pada Hari Tani. Tapi hari ini merupakan kemenangan bagi para petani pejuang reforma agraria,” ujar Mahardika.

Ia mengatakan, kemenangan yang dimaksud berkaitan dengan disahkannya Undang-Undang Pengaturan Reforma Agraria. Bagi petani, pengesahan regulasi tersebut merupakan bagian dari perjuangan untuk memperkuat pelaksanaan reforma agraria.

“Ini lebih kepada merayakan kemenangan. Kita datang, berdoa, kemudian menyaksikan pengesahan undang-undang,” katanya.

Mahardika menyebut, setelah undang-undang disahkan, perjuangan berikutnya adalah mengawal implementasinya agar benar-benar dirasakan masyarakat di daerah.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah kelembagaan yang nantinya menangani reforma agraria. Menurut dia, pembentukan badan atau kelembagaan tersebut masih dalam tahap pengkajian.

“Kalau undang-undangnya sudah disahkan. Untuk badan atau kelembagaannya masih dalam pengkajian,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Banjar berpesan kepada seluruh petani yang berangkat agar menjaga ketertiban selama perjalanan maupun saat mengikuti kegiatan di Jakarta.

Baca Juga :  Lima Bulan Dilanda Kekeringan, Ribuan Warga Karyamukti Terima Bantuan Air Bersih

“Pesan kami kepada saudara-saudara yang berangkat, yang pertama selalu tertib dalam kegiatan apa pun,” ujar Didi.

Ia meminta peserta mengikuti arahan koordinator rombongan dan menjaga komunikasi selama perjalanan maupun ketika berada di lokasi kegiatan.

Didi juga mengingatkan agar para peserta tidak mudah terprovokasi oleh pihak maupun situasi yang berpotensi mengganggu ketertiban.

“Jangan sampai terprovokasi oleh hal-hal yang bisa membuat situasi menjadi tidak kondusif,” katanya.

Keberangkatan lebih dari 200 petani Banjar tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Tani Nasional yang tahun ini diwarnai momentum pengesahan Undang-Undang Pengaturan Reforma Agraria.

Para petani berharap pengesahan regulasi tersebut tidak berhenti sebagai produk hukum, tetapi dilanjutkan dengan implementasi nyata di lapangan, terutama dalam penyelesaian persoalan agraria serta penataan penguasaan dan kepemilikan tanah. (Ucup)